Rabu, 10 November 2010

misteri merapi

Misteri Angka 26 di Balik
Bencana Alam Indonesia
November 1st 2010
Jakarta - Pasca meletusnya
Gunung Merapi, orang kemudian
mengaitkan dengan tanggal
terjadinya bencana tersebut.
Letusan gunung di kawasan Sleman,
Yogyakarta, itu berlangsung pada
26 Oktober 2010. Tanggal yang
sama dengan bencana tsunami di
Aceh, 26 Desember 2004.
“ Percaya nggak percaya sih, ” kata
Nuri Maulida dalam tayangan Hot
Shot SCTV, Ahad (31/10). Pun Anjie
Drive memiliki pendapat serupa.
Dalam ranah kosmologi dan
metafisi, sebuah angka yang
menunjukkan waktu bisa saja
menyimpan makna.
Namun, ada juga artis yang tidak
percaya dengan hubungan mistis
persamaan tanggal dan bencana
alam. Sebut saja Adly Fairuz, Widi

Vierra ’ , dan Sheila Marcia. “ Saya
yakin Tuhan punya kehendak.
Banyak berdoa ajah,
” ucap Sheila
mantap.
Percaya atau tidak, berikut daftar
sejumlah kejadian besar yang
berkaitan dengan tanggal 26:
- 26 Januari 1531, gempa bumi di
Lisbon, Portugal. Sebanyak 30 ribu
orang tewas
- 26 Januari 1700, gempa di Laut
Pasifik. Dikenal sebagai mega
earthquake. Daerah pesisir utara
dan selatan Amerika luluh lantah
oleh guncangannya
- 26 Juli 1805, gempa bumi di
Naples, Calabria, Italy. Sebanyak 26
ribu orang tewas
- 26 Agustus 1883, meletusnya Gunung Krakatau. Menewaskan 36
ribu jiwa
- 26 Desember 2004, tsunami di
Aceh. Sebanyak 230 ribu orang
tewas
- 26 Mei 2006, gempa di
Yogyakarta. Ratusan ribu orang
tewas.
http://www.tweetfun.net/misteri-
angk...alam-indonesia
Awan di Atas Merapi
Membentuk Gambar
Petruk
Senin, 1 November 2010 - 17:04 wib
MAGELANG- Sebuah fenomena
aneh muncul sebelum meletusnya
Gunung Merapi pada 26 Oktober
lalu. Awan di atas Gunung Merapi
membentuk gambar mirip kepala
Petruk, salah satu tokoh dalam
dunia pewayangan.
Peristiwa aneh tersebut berhasil
diabadikan Suswanto (43), warga
Desa Sudimoro, Pucang Anom,
Kecamatan Srumbung, Magelang,
Jawa Tengah, dengan kamera
miliknya. Awan mirip sosok Petruk itu
terlihat pada Selasa 26 Oktober
sekira pukul 17.00 WIB.
Suswanto menceritakan, saat itu
dirinya secara kebetulan keluar
rumah dan memandang ke arah
Gunung Merapi. Saat itulah dia
melihat gumpalan awan mirip sosok
Petruk.Senin, 1 November 2010 - 17:04 wib
MAGELANG- Sebuah fenomena
aneh muncul sebelum meletusnya
Gunung Merapi pada 26 Oktober
lalu. Awan di atas Gunung Merapi
membentuk gambar mirip kepala
Petruk, salah satu tokoh dalam
dunia pewayangan.
Peristiwa aneh tersebut berhasil
diabadikan Suswanto (43), warga
Desa Sudimoro, Pucang Anom,
Kecamatan Srumbung, Magelang,
Jawa Tengah, dengan kamera
miliknya. Awan mirip sosok Petruk Suswanto menceritakan, saat itu
dirinya secara kebetulan keluar
rumah dan memandang ke arah
Gunung Merapi. Saat itulah dia
melihat gumpalan awan mirip sosok
Petruk.
“ Lalu saya ambil kamera dan
memfotonya. Awalnya hanya iseng,
tapi kemudian hasil gambarnya
mengejutkan,
” ujarnya di Magelang,
Senin (1/11/2010).
Disebutkan, awan di atas puncak
Merapi itu membentuk pola kepala
Petruk dengan hidung panjang dan
kuncir rambut melengkung ke atas.
Sosoknya menghadap ke arah
Selatan, yaitu Yogyakarta. Dari
depan rumah Suswanto ke puncak
Merapi sekira 13 kilometer.
Bagi masyarakat di Lereng Merapi
sosok Petruk memiliki mitos dan
misteri sendiri. Mereka menyakini
Gunung Merapi dikuasai sosok gaib,
yaitu Mbah Petruk. Sejumlah warga
yang melihat hasil jepretan
Suswanto menyakini bahwa gambar
tersebut mirip sosok Petruk, sang
penunggu Merapi.
Mereka menduga, Petruk
memperlihatkan diri sebagai tanda
bakal ada bencana besar di Gunung
Merapi. Mbah Sihur, (54) warga
Desa Gaten, Desa Ketunggeng,
Srumbung, menyatakan munculnya
awan berbentuk kepala Petruk
menyakini sebagai peringatan bagi
warga sekitar Merapi agar
menyingkir.
“ Dengan melihat
arahnya yang ke selatan sudah
terbukti yang parah terkena letusan
Merapi adalah Yogya,
” ujarnya.
Mbah Sihur menyakini Mbah Petruk
bersemayam di dalam kawah
Merapi. Kepercayaan tentang
Petruk tak lepas dari sejarah
peralihan Hindu Majapahit ke Islam
Demak. Masyarakat sekitar Merapi
menyakini Petruk sebagai sosok
sabdo palon lolo gendong yaitu
penasihat Raja Majapahit
Barawijaya V.
Di akhir masa kejayaan Majapahit
dan masuknya Demak, Brawijaya V
memilih berdiam di Gunung Lawu
yang terletak di perbatasan Jawa
Tengah dan Jawa Timur. Hal ini
dilakukan karena dia menolak masuk
Islam.
Maka sabdo palon pun memilih
mengikuti jajak sang raja, hanya
saja dia tidak ikut ke Gunung Lawu
tapi ke Gunung Merapi sebagai
tampat tinggalnya. Sebagai
peringatan terhadap lawan-lawan
politiknya yang tengah berkuasa
saat itu, dia mengangkat sumpah
bahwa kelak akan menagih janji
penguasa negeri tentang
amanahnya menyejahterakan
rakyat.
Masyarakat Lereng Merapi
menyakini bahwa letusan gunung
teraktif di Indonesia sejak tanggal
26 Oktober lalu merupakan
peringatan bahwa penguasa negeri
ini telah lalai menjalankan amanah politiknya yang tengah berkuasa
saat itu, dia mengangkat sumpah
bahwa kelak akan menagih janji
penguasa negeri tentang
amanahnya menyejahterakan
rakyat.
Masyarakat Lereng Merapi
menyakini bahwa letusan gunung
teraktif di Indonesia sejak tanggal
26 Oktober lalu merupakan
peringatan bahwa penguasa negeri
ini telah lalai menjalankan amanah
mensejahterakan rakyat. “ Jadi dia
marah dan menagih janji
penguasa,
” tandasnya.
http://news.okezone.com/
read/2010/11...-gambar-petruk
--------------
Ya semua bisa saja ada
maknanya ...termasuk yang muslim,
cobalah anda pahami surat 2 ayat 6
dan surat 6 ayat 2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar